TUTORIAL INSTALASI WEB SERVER DI UBUNTU
Posted by rafi on Saturday, November 13, 2010
Under: linux
Tutorial Instalasi Ubuntu 7.04-Server Feisty fawn
1. Masukkan CD
instalasi Ubuntu Server 7.04 (Feisty fawn), setelah loading akan muncul
tampilan menu untuk memulai proses instalasi. Pilih Install to Hard
Disk seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini kemudian tekan Enter.
2.
Setelah memilih menu diatas, maka anda akan dibawa pada halaman
selanjutnya yaitu proses pemilihan bahasa yang akan digunakan dalam
proses instalasi. Untuk mudahnya pilihlah bahasa default yaitu English
seperti gambar dibawah ini lalu tekan Enter.
3. Selanjutnya anda
akan muncul layer/menu untuk menetukan lokasi dimana (Negara) anda
sekarang berada. Pada pilihan pertama pilihlah Other kemudian tekan
Enter. Selanjutnya akan muncul pilihan Negara, gunakan tombol panah
bawah pada keyboard anda dan pilihlah Indonesia.
4. Menu
selanjutnya adalah proses inisialisasi layout keyboard anda, pada
halama ini langsung pilih No untuk menghindari proses inisialisasi
tombol-tombol keyboard yang biasanya memakan waku yang cukup lama.
Setelah itu akan muncul layer baru yang menginformasikan kepada kita
bahwa proses inisialisasi keyboard telah selesai, selanjutnya pilih
Continue untuk melanjutkan instalasi.
5. Setelah itu maka proses
instalasi akan mulai dijalankan dengan melakukan pemeriksaan terhadap
paket-paket yang terdapat didalam CD Ubuntu, Hardware computer anda
serta konfigurasi Network anda baik yang manggunakan DHCP maupun secara
manual.
6. Proses selanjutnya, anda akan diminta untuk
memasukkan Hostnam. Contoh kita ingin membuat sebuah system dengan nama
Domain server1.ictbatola.or.id maka masukkan dalam menu isian tersebut
server1 kemudian tekan Enter.
7. Proses selanjutnya adalah
partisi hardisk, disini akan ditemukan 3 pilihan menu utama yaitu,
Guided – use entire disk, Guided – use entire disk and set up LVM serta
manual. Bagi pemula disarankan anda untuk memilih opsi yang pertama,
namun jika anda inin melakukan proses partisi hard disk anda sendiri
tanpa bantuan system silahkan anda pilih opsi yang terakhir. Disini
kita akan memilih opsi pertama yaitu Guided – use entire disk.
8.
Kemudian tentukan hard disk mana yang anda akan gunakan untuk proses
instalasi ini, dengan demikian system installer akan secara otomatis
melakukan proses partisi hard disk tersebut. Seteleh proses partisi
selesai maka akan muncul pertanyaan write the changes to disks?
Pilihlah Yes kemudia tekan Enter.
9. Setelah itu maka proses partisi akan dibuat dan dilakukan format .
10. Proses selanjutnya adalah menentukan konfigurasi waktu, default adalah UTC. Pilihlah Yes kemudia tekan Enter.
11.
Selanjutnya anda diminta untuk memasukkan user name untuk masuk kedalam
system. Sebagai contoh, jika anda menggunakan Administrator masukkan
user tersebut kedalam form isian yang telah tersedia. Jangan memasukkan
admin karena admin sudah digunakan secara default oleh Ubuntu Feisty
Fawn.
12. Masukkan Password untuk user tersebut.
13. Selanjutnya proses instalasi System dasar akan dimulai.
14.
Jika muncul tampilan Software Selection biarkan kosong pada dua opsi
yang ditawarkan, karena kita akan melakukan instalasi secara manual.
Pilih Continue dan tekan Enter.
15. Setelah itu maka proses instalasi system dasar telah selesai, system akan secara otomatis melakukan reboot.
Memulai Bekerja dengan Shell
a. login kedalam system
untuk
melakukan login/ masuk kedalam system kita, maka gunakanlah username
dan password yang telah kita tentukan di awal proses instalasi
tersebut. Contoh username : Administrator dan password : cobalah.
Setelah anda masuk kedalam system tersebut maka akan muncul tampilan
seperti dibawah ini.
catatan : tanda ~$ (Dollar) menandakan anda login sebagai user biasa.
b. login kedalam system root
untuk
dapat melakukan konfigurasi system maka kita terlebih dahulu harus
masuk dengan menggunakn account root. Untuk dapat berpindah ke dalam
root maka masukkan perintah sudo passwd root – enter. Anda akan diminta
untuk memasukkan password baru yang akan digunakan untuk masuk kedalam
system root. Setelah password root telah dibuat, maka gunakan perintaih
su untuk masuk.
catatan : tanda ~ # (pagar) menandakan anda login sebagai root (Super User)
c. Instalasi SSH-Server
Masukkan perintah apt-get install ssh openssh-server dilanjutkan dengan menekan Enter
d. Konfiguasi IP Address Manual
Masukkan
perintah vi /etc/network/interfaces lalu tekan Enter. Setelah selesai
melakukan konfigurasi terhadap IP-Address maka jalankan perintah
/etc/init.d/networking restart
Dengan demikian pengaturan yang baru anda masukkan akan dapat dijalankan.
e. Konfigurasi Host
Masukkan perintah vi /etc/hosts. Masukkan konfigurasi hosts (nama system) anda. Contoh seperti gambar dibawah ini.
f. Instalasi DNS Server menggunakan BIND9
Untuk
melakukan instalasi DNS Server menggunakan Bind9 maka masukkan perintah
ini dalam shell root, apt-get install bind9. dengan demikian maka
secara otomatis system akan melakukan instalasi bind9 melalui CD
Instalasi.
g. Konfigurasi DNS Server
1.a. Konfigurasi named.conf
Langkah
pertama untuk membuat sebuah DNS (Domain Name) adalah melakukan
konfigurasi pada file named.conf yang terdapat dalam
/etc/bind9/named.conf.
Gunakan program editor kesukaan anda, missal vi /etc/bind9/named.conf.
Setelah
file tersebut terbuka maka kita tentukan nama domain yang akan kita
buat, disini kita asumsikan membuat sebuah domain dengan nama
ictbatola.net. Jangan lupa untuk memasukkan ip address system anda pada
bagian zone ke dua dengan format terbalik. Contoh dapat dilihat pada
ambar dibawah ini.
1.b. Konfigurasi db.127 (Zone)
2.c. Konfigurasi db.local (Database)
3.d. Konfigurasi resolv.conf
Setelah
semua file konfigurasi selesai maka lakukan restart pada system bind9
anda dengan mengetikkan perintah /etc/init.d/bind9 restart. Jika
seluruh pengaturan benar maka akan terlihat seperti gambar dibawah ini.
langkah
selanjutnya adalah melakukan uji coba terhadap konfigurasi yang
sebelumnya telah kita setting dengan memasukkan beberapa perintah
dasar, yaitu;
- dig –x ip address
untuk melakukan pemeriksaan
terhadap beberapa peraturan yang telah kita masukkan dalam bind maka
dapat menggunakan perintah diatas, contoh pada gambar dibawah ini.
jika pesan itu muncul setelah anda memasukkan perintah diatas, maka dns server anda sudah berfungsi dengan baik.
- Nslookup
Langkah kedua untuk menguji system dns server kita menggunakan perintah nslookup, perhatikan gambar dibawah ini.
untuk memastikan hasilnya, lakukan perintah ping. Lihat contoh dibawah
h. Instalasi Apache untuk Web Server
Pada shell root ketikkan perintah apt-get install apache2 lalu tekan enter
anda
akan diminta untuk memasukkan CD Ubuntu kedalam CD-Room. Masukkan CD
tersebut lalu kemudian diikuti dengan menekan tombol enter pada
keyboard anda.
i. Instalasi FTP-Server dengan VSFTPD
j. Instalasi Mysql-Server untuk database server
k. Instalasi Proxy-Server squid
Untuk
membuat server anda lebih kuencheng dalam membuka setiap halaman web
site maka kita menggunakan proxy server yaitu squid. Untuk dapat
melakukan instalasi squid maka masukkan perintah dibawah ini apt-get
install squid pada shell root. Lihat gambar
Konfigurasi squid.conf pada versi 2.6
http_port 3128 transparent
#Option
ini akan menentukan di port berapa squid akan berjalan (biasanya #di
port 3128 dan 8080)khusus untuk squid versi 2.6 untuk membuat agar
#proxy kita menjadi transparent maka tambahkan kata tersebut dibelakang
#port yang akan kita gunakan.
icp_port 0
#Option ini akan menentukan melalui port berapa squid akan mengirimkan #dan menerima request ICP dari proxy cache tetangga.
cache_mem 32 MB
#Option
ini menentukan berapa besar memory yang akan digunakan oleh #squid,
defaultnya adalah 8 MB yaitu default yang cocok untuk digunakan #pada
banyak sistem. Namun jika anda memiliki memory yang #berlebih, #maka
disarankan untuk menaikkannya. Ada yang berpendapat bahwa nilai #ini
didapat dari sepertiga memory bebas bagi squid.
cache_dir ufs /cache 1600 4 256
#Option
pada cache_dir menentukan sistem penyimpanan seperti #apa yang #akan
digunakan (ufs), nama direktori tempat penyimpanan cache (/cache),
#ukuran disk dalam megabytes yang digunakan oleh direktori tempat
#penyimpanan cache (1600 Mbytes), jumlah subdirektori
#pertama yang akan dibuat di bawah /cache (4),
#dan
jumlah subdirektori kedua yang akan diciptakan di bawah #subdirektori
pertama tadi (256). Nilai2 pada option cache_dir tadi #harus
disesuaikan dengan #sistem yang anda miliki, biasanya yang harus
#disesuaikan hanyalah tempat penyimpanan cache, ukuran disk,
#dan
jumlah subdirektori yang akan dibuat. Mengenai angka2 #tersebut, #dapat
kita peroleh dari rumus yang telah disediakan oleh Mas Devshed #untuk
optimasi sbb:
#1. Gunakan 80% atau kurang dari setiap
kapasitas cache #direktori yang #telah kita siapkan. Jika kita mengeset
ukuran cache_dir kita melebihi #nilai ini, maka kita akan dapat melihat
penurunan performansi squid.
#2. Untuk menentukan jumlah subdirektori pertama yang akan #dibuat, #dapat menggunakan rumus ini:
#x=Ukuran cache dir dalam KB (misal 6GB=~6,000,000KB) #y=Average object #size (gunakan saja 13KB)
#z=
Jumlah subdirektori pertama = (((x / y) / 256) / 256) * #2 = #
#direktori Sebagai contoh, misal saya menggunakan 6 GB dari untuk
#/cache (setelah disisihkan 80% nya), maka:
#6,000,000 / 13 = 461538.5 / 256 = 1802.9 / 256 = 7 * 2 = 14
#maka baris cache_dir akan menjadi : cache_dir_ufs 6000 14 256
cache_store_log none
#Option
ini akan melog setiap aktivitas dari storage #manager. Log ini #akan
memperlihatkan objek-objek mana saja #yang dikeluarkan dari cache, #dan
objek-objek mana saja yang #disimpan dan untuk brp lama objek #tersebut
disimpan. Karena biasanya tidak ada gunanya untuk menganalisis #data
ini, maka disarankan untuk didisable. negative_ttl 1 minutes
#Default dari option ini adalah 5 menit, kita menginginkan
#proxy
yang kita miliki setransparan mungkin. Jika seorang user mencari
#halaman web yang dia yakin itu ada, maka kita pasti tidak ingin adanya
#waktu lag antara URL menuju dunia dan kemampuan user untuk ngaksesnya.
cache_effective_user squid
cache_effective_group squid
#Jika
squid cache dijalankan oleh root, maka user yang akan #menjalankannya
akan diubah sesuai UID/GID user yang disebutkan pada #option di atas.
Pada contoh option di atas jika squid dijalankan oleh #root, maka squid
cache akan dijalankan dengan UID/GID squid.
maximum_object_size 1024 KB
#Dengan
option ini, ukuran file maksimum yang disimpan oleh #squid cache #bisa
dibatasi. Dengan kata lain objek yang lebih besar dari bilangan #ini
tidak akan disaved ke dalam #disk yang sudah disisihkan buat cache
#(misal /cache).
minimum_object_size 4 KB
#Dengan option ini maka
objek yang lebih kecil dari bilangan yang #disebutkan tidak akan
disaved ke dalam disk yang sudah disisihkan buat #cache. ukuran file
minimum yang dicache bertujuan mengefektifkan #filesystem di mana
biasanya ext2 diformat dengan 4 KB inode.
Visible_hostname ubuntu.ictbatola.net
#perintah
ini dimaksudkan jika ada kesalahan atau halaman web yang #dibuka tidak
dapat ditampilakan maka squid akan memunculkan pesan error #pada
halaman web browser disertai dengan informasi letak dari proxy #server
tersebut berada pada baris terakhir pesan error tersebut.
sumber : http://alif-computer.ucoz.com/blog/tutorial_instalasi_web_server_di_ubuntu/2009-11-07-11
In : linux