SAMBA
Posted by rafi rafiunix on Sunday, November 28, 2010
Under: linux
Samba diciptakan untuk proses sharing file antara linux dan windows, sebenarnya jika ingin belajar
bagaimana agar mesin Windows dan Linux dapat berbagi resource (sharing), berarti tutorial ini cukup
dibaca sampai disini saja karena ambisi saya menulis tutorial ini agar mereka yang mau membangun
server menjadi tahu konfigurasi dasar yang dibutuhkan sebuah server (maaf jika ada yang tersinggung),
namun dengan jujur saya kurang simpatik dengan orang-orang yang baru mencoba, tapi gagal, lalu
malah berhenti dan mengeluh sambil berkata : "linux susah, gampangan windows, setting di windows
aja aakh...."
Baiklah, curhatannya diselesaikan sampai disini dulu, mari kita lanjutkan....
Ada beberapa pertanyaan yang mencakup settingan Samba dan keperluan penggunaan Samba:
1. Apa itu PDC? Mengapa perlu menggunakan PDC?
2. Apa keuntungan menggunakan server Samba?
3. Komputer client menggunakan PC dengan OS apa?
Nah, pertanyaan diatas sangat penting untuk diketahui, karena akan dibutuhkan untuk implementasi ke
depan.
Q: Apa itu PDC ? Mengapa perlu menggunakan PDC?
A: PDC itu Primary Domain Controller, jelas dari kata-katanya yang berarti sesuatu yang mengatur
domain dan menjadi pengatur domain utama karena itulah sangat dibutuhkan sesuatu yang mengatur
beberapa jaringan dengan banyak domain, jadi demi keamanan jugalah PDC sangat diperlukan agar
anggota-anggota / client-client dari domain lain ga bisa saling akses, gawat khan kalo domain
web.daunpintu.net bisa mengakses secara penuh domain keuangan.daunpintu.net???
Q: Apa keuntungan menggunakan server Samba?
A: Jelas sangat menguntungkan, kenapa ?! Karena selain gratis (berlisensi Gnu Public License), riset
membuktikan bahwa kecepatan server Samba ternyata lebih cepat 2 kali lipat dari Windows Server
2003. Pasti Anda tidak percaya, bukan?! Tenang, saya sudah siapkan buktinya, silakan lihat
http://www.vnunet.com/news/1144289
Q: Komputer client menggunakan PC dengan OS apa?
A: Pertanyaan ini juga penting, karena ada perbedaan konfigurasi antara Windows 9x dan Windows
NT/200x/XP, maka dari itu, pastikan dulu client Anda akan menggunakan OS Windows apa, nanti
akan kita lalui bersama penderitaan berikutnya dalam men-setting Samba sebagai PDC.
Baiklah, kita mulai saja penderitaan berikutnya, dari tadi soalnya basa-basi melulu☺
Konfigurasi file SAMBA terletak di /etc/samba/smb.conf
File SMB.CONF
File ini berisi konfigurasi utama dari server samba,karena terlalu lama kalo gw tampilkan isi default
dari smb.conf ini, ada baiknya kita backup dulu file smb.conf yang asli menjadi smb.conf.bak, agar jika
suatu saat ada kesalahan atau Samba tidak berjalan semestinya, maka dapat langsung di recover ☺
[root@server home]# cd /etc/samba/
[root@server samba]# cp smb.conf smb.conf.bak
[root@server samba]#
Setelah di backup, silakan menyalin isi dari konfigurasi smb.conf yang sudah terkonfigurasi dengan
PDC dibawah ini, jika ingin tahu prosesnya, kenapa bisa jadi seperti itu, Anda bisa membandingkannya
dengan file smb.conf yang asli ☺
[root@server samba]# vi smb.conf
[global]
netbios name = LABOR
server string = Samba %v on %L
workgroup = daunpintu.net
os level = 65
prefered master = yes
domain master = yes
local master = yes
domain logons = yes
socket options = TCP_NODELAY IPTOS_LOWDELAY SO_SNDBUF=8192 SO_RCVBUF=8129
time server = yes
hide dot files = yes
security = user
guest ok = no
invalid users = bin daemon sys man postfix mail ftp
admin users = root
encrypt passwords = yes
log level = 2
log file = /var/log/samba/log.%L
debug timestamp = yes
syslog = 1
# gunakan logon path untuk Windows NT/200x/XP
logon path = \\%L\profiles\%u
# gunakan logon home untuk Windows 9x
logon home = \\%L\profiles\%u
;logon script = logon.bat
[homes]
comment = Home Directories
browseable = no
writeable = yes
[netlogon]
path = /home/samba/netlogon
public = no
writeable = no
browseable = no
[profiles]
path = /home/samba/profiles
writeable = yes
create mask = 0700
directory mask = 0700
browseable = no
kalo sudah diketik semua, simpan file tersebut dengan mengetikkan :wq (titik dua + w + q) tekan
[enter]
[root@server samba]#
Berikut penjelasannya:
netbios name = LABOR
workgroup = daunpintu.net
netbios name artinya nama komputer yang dipake sebagai PDC dan nama domain disebutkan pada
parameter workgroup
os level = 65
prefered master = yes
domain master = yes
local master = yes
domain logons = yes
Parameter os level harus diisi dengan angka yang >32, angka 65 udah cukup, baris parameter domain
master = yes menunjukkan samba berlaku sebagai PDC.
hide dot files = yes
Berarti semua file berawalan "." akan disembunyikan.
security = user
Untuk membangun sebuah PDC, parameter security harus bernilai "user".
Bila diperhatikan, ada bagian yang parameter depannya diberi tanda ";"
;logon script = logon.bat
File ini digunakan untuk menambah aksi-aksi tertentu, dan dapat disimpan dalam bentuk batch file,
kalo mau mempelajari lebih dalam tentang script itu, bisa dicari via Google dengan query "samba
script"
Bagian [global] adalah konfigurasi utama yang akan mengeksekusi parameter-parameter didalamnya,
sedangkan bagian [profiles] merupakan bagian yang menunjukkan roaming profile, maksudnya server
akan menyimpan profile-profile client yang login ke domain, dan meletakkannya di direktori
/home/samba/profiles/[nama client] misal suatu client telah didaftarkan oleh Samba sebagai client
untuk login ke domain daunpintu.net dengan nama user paijo, maka setiap paijo login ke domain
daunpintu.net, profilenya akan disimpan di /home/samba/profiles/paijo. Setiap user paijo logout dari
domain, server samba akan menyimpannya untuk di load kembali ketika user paijo sewaktu-waktu
hendak login ke domain lagi (bingung ya? sama...huehehehe)
Berdasarkan isi file smb.conf, ada beberapa hal yang harus dilakukan sebelum menjalankan samba:
1. Buat direktori netlogon di /home/samba/netlogon
[root@server samba]# cd /home
[root@server home]# mkdir samba
[root@server home]# ls
samba lab
[root@server home]# mkdir samba/netlogon
[root@server home]# mkdir samba/profiles
[root@server home]# ls samba/
netlogon profiles
2. Buat direktori profiles untuk tiap user dan memberikan kepemilikan direktori ke user yang
bersangkutan (jangan lupa, user di sistem linux juga merupakan user Samba, jadi kalo Anda
ingin user di Windows sama dengan di Linux, tambahkan user di Linux lalu convert ke user
Samba, nanti kita akan mempelajarinya, jadi tenanglah...☺
[root@server home]# cd /home/samba/profiles
[root@server profiles]# mkdir tom
Kalo sudah semua, restart si Samba ini dengan perintah:
[root@server profiles]# service smb restart
Shutting down NMB services: [ OK ]
Shutting down SMB services: [ OK ]
Starting NMB services: [ OK ]
Starting SMB services [ OK ]
[root@server profiles]#
Selanjutnya, kita akan menambahkan user yang akan digunakan komputer Windows (9x/ME, NT/200x,
XP), perhatikan tahapan-tahapannya:
1. Buat username Linux dengan perintah useradd
[root@server profiles]# useradd tom
[root@server profiles]# ls
tom
[root@server profiles]# chown tom tom/
Pembuatan user baru ini tak perlu menggunakan password agar username tersebut tidak dapat
digunakan untuk telnet atau ssh ke server.Penggantian kepemilikandir milik tom, yang hanya
dapat diakses oleh user tom.
2. Selanjutnya buat agar user name tersebut tersedia pada Samba server menggunakan perintah
smbadduser seperti dibawah ini:
[root@server profiles]# smbadduser
----------------------------------------------------------
Written: Mike Zakharoff email: michael.j.zakharoff@boeing.com
1) Updates /etc/samba/smbpasswd
2) Updates /etc/samba/smbusers
3) Executes smbpasswd for each new user
smbadduser unixid:ntid unixid:ntid ...
Example: smbadduser zak:zakharoffm johns:smithj
----------------------------------------------------------
[root@server profiles]# smbadduser tom:tom
Adding: tom to /etc/samba/smbpasswd
Added user tom.
----------------------------------------------------------
ENTER password for tom
New SMB password:
Retype new SMB password:
Password changed for user tom.
Password changed for user tom.
[root@server profiles]#
Gunakan perintah smbpasswd untuk mengganti password user samba, dan password di sistem
Linux dengan di Server Samba dapat berbeda.
bagaimana agar mesin Windows dan Linux dapat berbagi resource (sharing), berarti tutorial ini cukup
dibaca sampai disini saja karena ambisi saya menulis tutorial ini agar mereka yang mau membangun
server menjadi tahu konfigurasi dasar yang dibutuhkan sebuah server (maaf jika ada yang tersinggung),
namun dengan jujur saya kurang simpatik dengan orang-orang yang baru mencoba, tapi gagal, lalu
malah berhenti dan mengeluh sambil berkata : "linux susah, gampangan windows, setting di windows
aja aakh...."
Baiklah, curhatannya diselesaikan sampai disini dulu, mari kita lanjutkan....
Ada beberapa pertanyaan yang mencakup settingan Samba dan keperluan penggunaan Samba:
1. Apa itu PDC? Mengapa perlu menggunakan PDC?
2. Apa keuntungan menggunakan server Samba?
3. Komputer client menggunakan PC dengan OS apa?
Nah, pertanyaan diatas sangat penting untuk diketahui, karena akan dibutuhkan untuk implementasi ke
depan.
Q: Apa itu PDC ? Mengapa perlu menggunakan PDC?
A: PDC itu Primary Domain Controller, jelas dari kata-katanya yang berarti sesuatu yang mengatur
domain dan menjadi pengatur domain utama karena itulah sangat dibutuhkan sesuatu yang mengatur
beberapa jaringan dengan banyak domain, jadi demi keamanan jugalah PDC sangat diperlukan agar
anggota-anggota / client-client dari domain lain ga bisa saling akses, gawat khan kalo domain
web.daunpintu.net bisa mengakses secara penuh domain keuangan.daunpintu.net???
Q: Apa keuntungan menggunakan server Samba?
A: Jelas sangat menguntungkan, kenapa ?! Karena selain gratis (berlisensi Gnu Public License), riset
membuktikan bahwa kecepatan server Samba ternyata lebih cepat 2 kali lipat dari Windows Server
2003. Pasti Anda tidak percaya, bukan?! Tenang, saya sudah siapkan buktinya, silakan lihat
http://www.vnunet.com/news/1144289
Q: Komputer client menggunakan PC dengan OS apa?
A: Pertanyaan ini juga penting, karena ada perbedaan konfigurasi antara Windows 9x dan Windows
NT/200x/XP, maka dari itu, pastikan dulu client Anda akan menggunakan OS Windows apa, nanti
akan kita lalui bersama penderitaan berikutnya dalam men-setting Samba sebagai PDC.
Baiklah, kita mulai saja penderitaan berikutnya, dari tadi soalnya basa-basi melulu☺
Konfigurasi file SAMBA terletak di /etc/samba/smb.conf
File SMB.CONF
File ini berisi konfigurasi utama dari server samba,karena terlalu lama kalo gw tampilkan isi default
dari smb.conf ini, ada baiknya kita backup dulu file smb.conf yang asli menjadi smb.conf.bak, agar jika
suatu saat ada kesalahan atau Samba tidak berjalan semestinya, maka dapat langsung di recover ☺
[root@server home]# cd /etc/samba/
[root@server samba]# cp smb.conf smb.conf.bak
[root@server samba]#
Setelah di backup, silakan menyalin isi dari konfigurasi smb.conf yang sudah terkonfigurasi dengan
PDC dibawah ini, jika ingin tahu prosesnya, kenapa bisa jadi seperti itu, Anda bisa membandingkannya
dengan file smb.conf yang asli ☺
[root@server samba]# vi smb.conf
[global]
netbios name = LABOR
server string = Samba %v on %L
workgroup = daunpintu.net
os level = 65
prefered master = yes
domain master = yes
local master = yes
domain logons = yes
socket options = TCP_NODELAY IPTOS_LOWDELAY SO_SNDBUF=8192 SO_RCVBUF=8129
time server = yes
hide dot files = yes
security = user
guest ok = no
invalid users = bin daemon sys man postfix mail ftp
admin users = root
encrypt passwords = yes
log level = 2
log file = /var/log/samba/log.%L
debug timestamp = yes
syslog = 1
# gunakan logon path untuk Windows NT/200x/XP
logon path = \\%L\profiles\%u
# gunakan logon home untuk Windows 9x
logon home = \\%L\profiles\%u
;logon script = logon.bat
[homes]
comment = Home Directories
browseable = no
writeable = yes
[netlogon]
path = /home/samba/netlogon
public = no
writeable = no
browseable = no
[profiles]
path = /home/samba/profiles
writeable = yes
create mask = 0700
directory mask = 0700
browseable = no
kalo sudah diketik semua, simpan file tersebut dengan mengetikkan :wq (titik dua + w + q) tekan
[enter]
[root@server samba]#
Berikut penjelasannya:
netbios name = LABOR
workgroup = daunpintu.net
netbios name artinya nama komputer yang dipake sebagai PDC dan nama domain disebutkan pada
parameter workgroup
os level = 65
prefered master = yes
domain master = yes
local master = yes
domain logons = yes
Parameter os level harus diisi dengan angka yang >32, angka 65 udah cukup, baris parameter domain
master = yes menunjukkan samba berlaku sebagai PDC.
hide dot files = yes
Berarti semua file berawalan "." akan disembunyikan.
security = user
Untuk membangun sebuah PDC, parameter security harus bernilai "user".
Bila diperhatikan, ada bagian yang parameter depannya diberi tanda ";"
;logon script = logon.bat
File ini digunakan untuk menambah aksi-aksi tertentu, dan dapat disimpan dalam bentuk batch file,
kalo mau mempelajari lebih dalam tentang script itu, bisa dicari via Google dengan query "samba
script"
Bagian [global] adalah konfigurasi utama yang akan mengeksekusi parameter-parameter didalamnya,
sedangkan bagian [profiles] merupakan bagian yang menunjukkan roaming profile, maksudnya server
akan menyimpan profile-profile client yang login ke domain, dan meletakkannya di direktori
/home/samba/profiles/[nama client] misal suatu client telah didaftarkan oleh Samba sebagai client
untuk login ke domain daunpintu.net dengan nama user paijo, maka setiap paijo login ke domain
daunpintu.net, profilenya akan disimpan di /home/samba/profiles/paijo. Setiap user paijo logout dari
domain, server samba akan menyimpannya untuk di load kembali ketika user paijo sewaktu-waktu
hendak login ke domain lagi (bingung ya? sama...huehehehe)
Berdasarkan isi file smb.conf, ada beberapa hal yang harus dilakukan sebelum menjalankan samba:
1. Buat direktori netlogon di /home/samba/netlogon
[root@server samba]# cd /home
[root@server home]# mkdir samba
[root@server home]# ls
samba lab
[root@server home]# mkdir samba/netlogon
[root@server home]# mkdir samba/profiles
[root@server home]# ls samba/
netlogon profiles
2. Buat direktori profiles untuk tiap user dan memberikan kepemilikan direktori ke user yang
bersangkutan (jangan lupa, user di sistem linux juga merupakan user Samba, jadi kalo Anda
ingin user di Windows sama dengan di Linux, tambahkan user di Linux lalu convert ke user
Samba, nanti kita akan mempelajarinya, jadi tenanglah...☺
[root@server home]# cd /home/samba/profiles
[root@server profiles]# mkdir tom
Kalo sudah semua, restart si Samba ini dengan perintah:
[root@server profiles]# service smb restart
Shutting down NMB services: [ OK ]
Shutting down SMB services: [ OK ]
Starting NMB services: [ OK ]
Starting SMB services [ OK ]
[root@server profiles]#
Selanjutnya, kita akan menambahkan user yang akan digunakan komputer Windows (9x/ME, NT/200x,
XP), perhatikan tahapan-tahapannya:
1. Buat username Linux dengan perintah useradd
[root@server profiles]# useradd tom
[root@server profiles]# ls
tom
[root@server profiles]# chown tom tom/
Pembuatan user baru ini tak perlu menggunakan password agar username tersebut tidak dapat
digunakan untuk telnet atau ssh ke server.Penggantian kepemilikandir milik tom, yang hanya
dapat diakses oleh user tom.
2. Selanjutnya buat agar user name tersebut tersedia pada Samba server menggunakan perintah
smbadduser seperti dibawah ini:
[root@server profiles]# smbadduser
----------------------------------------------------------
Written: Mike Zakharoff email: michael.j.zakharoff@boeing.com
1) Updates /etc/samba/smbpasswd
2) Updates /etc/samba/smbusers
3) Executes smbpasswd for each new user
smbadduser unixid:ntid unixid:ntid ...
Example: smbadduser zak:zakharoffm johns:smithj
----------------------------------------------------------
[root@server profiles]# smbadduser tom:tom
Adding: tom to /etc/samba/smbpasswd
Added user tom.
----------------------------------------------------------
ENTER password for tom
New SMB password:
Retype new SMB password:
Password changed for user tom.
Password changed for user tom.
[root@server profiles]#
Gunakan perintah smbpasswd untuk mengganti password user samba, dan password di sistem
Linux dengan di Server Samba dapat berbeda.
In : linux