routing tidak berubah, misalnya hanya adal satu rute yang mungkin,
routing table biasanya dibangun secara manual. Beberapa jaringan tidak mempunyai akses ke jaringan
TCP/IP lain, dan oleh karena itu tidak perlu membangun routing table. Ada 3 konfigurasi routing yang
biasa digunakan, yaitu :
1. Minimal routing
Sebuah jaringan yang terisolasi dari jaringan TCP/IP lainnya hanya membutuhkan minimal routing.
Routing tabel minimal dibangun oleh ifconfig ketika interface network dikonfigurasi. Ada beberapa
TCP/IP LAN yang hanya berhubungan dengan dunia luar melalui UUCP, tidak melalui TCP/IP lagi.
Contoh : ketika sebuah network interface baru dikonfigurasi, maka routing table yang dibangun oleh
ifconfig adalah sebagai berikut :
>netstat –nr
Routing tables
Destination Gateway Flags Refcnt Use
Interface
127.0.0.1 127.0.0.1 UH 1 132 lo0
167.205.48.250 167.205.48.253 U 26 49041 le0
2. Static routing
Jaringan dengan jumlah gateway terbatas dapat dikonfigurasi dengan static routing. Sebuah static
routing table dibangun secara manual oleh administrator menggunakan perintah route. Routing table
ini tidak berubah apabila ada perubahan jaringan, jadi hanya digunakan apabila rute jaringan tidak
berubah.
Contoh, untuk menambah sebuah rute kepada routing table, digunakan perintah sebagai berikut :
>route add 167.205.0.0 167.205.48.253 1
add net 167.205.0.0 : gateway ns3
3. Dynamic routing
Apabila jaringan memiliki lebih dari satu kemungkinan rute untuk tujuan yang sama maka perlu
digunakan dynamic routing. Sebuah dynamic routing dibangun berdasarkan informasi yang
dikumpulkan oleh protokol routing. Protokol ini didesain untuk mendistribusikan informasi yang
secara dinamis mengikuti perubahan kondisi jaringan. Protokol routing mengatasi situasi routing yang
kompoleks secara cepat dan akurat. Protokol routng didesain tidak hanya untuk mengubah ke rute
backup bila rute utama tidak berhasil, namun juga didesain untuk menentukan rute mana yang
terbaik untuk mencapai tujuan tersebut.