hacker terpopuler
VIVAnews - Selain pengguna internet biasa, dunia
maya juga dipenuhi oleh mereka yang disebut sebagai hacker yang disebut
cracker atau black hat hacker. Kegemaran mereka adalah mengeksploitasi
sistem komputer dan melakukan apa yang disebut sebagai cybercrime.
Sebagian
dari mereka melakukannya demi kesenangan dan memenuhi rasa penasaran
semata, sementara sebagian lainnya melakukannya demi mencari keuntungan
pribadi. Berikut ini adalah beberapa ‘black hack’ hacker terpopuler di
komunitasnya.
Jonathan James
Nama James
mendadak beken karena ia merupakan orang pertama yang dijebloskan ke
pengadilan gara-gara hacking. Ketika dikurung, ia baru berusia 16 tahun.
Dalam
sebuah wawancara dengan stasiun TV swasta di Amerika Serikat, ia
menyebutkan, “Saya hanya bermain dan melihat-lihat,” ucap James, seperti
dikutip dari ITSecurity, 16 November 2010. “Yang menarik buat saya
adalah tantangan apa yang bisa saya dapatkan kalau berhasil,” ucapnya.
Yang jadi target James adalah organisasi kelas atas. Sebagai contoh, ia memasang backdoor
di server Defense Threat Reduction Agency (DTRA). Organisasi itu
merupakan salah satu unit di Departemen Pertahanan AS yang bertugas
mengurangi ancaman terhadap AS dan sekutunya dari senjata konvensional,
senjata khusus, biologis, kimia, hingga nuklir.
Backdoor yang dibuat oleh James memungkinkannya melihat email sensitif dan mengambil data username dan password karyawan.
James
juga berhasil masuk ke komputer-komputer NASA dan mencuri software yang
secara total bernilai sebesar US$1,7 juta atau sekitar Rp15 miliar.
Menurut
Departemen Kehakiman, software yang dicuri adalah software pendukung
lingkungan fisik International Space Station yang mengontrol temperatur
dan kelembaban di tempat tinggal astronot di ruang angkasa tersebut.
Akibatnya,
NASA terpaksa mematikan sistem komputer mereka dan mengalami kerugian
hingga sebesar US$41 ribu atau Rp366 juta. Menurut James, ia mendownload
kode software itu untuk mendukungnya dalam mempelajari bahasa
pemrograman C.
“Kode itu sendiri jelek, tidak pantas dinilai sebesar US$1,7 juta seperti yang diklaim NASA,” ucap James.
Melihat kejahatan yang dilakukan, kalau saja James atau yang dikenal dengan nama c0mrade di
dunia maya itu sudah berusia dewasa, ia pasti akan mendapat hukuman
setidaknya 10 tahun penjara. Berhubung masih di bawah umur, ia hanya
dihukum dilarang menggunakan komputer dan menjadi tahanan rumah selama
enam bulan dengan percobaan. Akan tetapi, berhubung ia melanggar
hukuman, ia dipenjara selama 6 bulan.
Saat ini, James mengaku sudah insaf, tidak akan melakukan kejahatan serupa dan berencana untuk mendirikan perusahaan keamanan.
Adrian Lamo
Lamo
populer karena ia berhasil menyusup ke New York Times dan Microsoft.
Dijuluki ‘hacker tunawisma’ karena ia menggunakan komputer di tempat
umum seperti kedai kopi dan perpustakaan untuk melancarkan serangannya.
Penyusupan
yang dilakukan Lamo umumnya merupakan percobaan penetrasi lewat celah
keamanan yang ia temukan, mengeksploitasinya, kemudian mengabarkan
perusahaan yang ia susupi seputar celah yang ada. Ia juga sempat
menyusup ke Yahoo, Bank of America, Citigroup, dan Cingular.
Jika white hacker disewa
perusahaan untuk melakukan uji coba penetrasi, itu merupakan hal yang
legal. Akan tetapi, yang dilakukan Lamo tidak. Saat ia masuk ke intranet
New York Times, ia melihat informasi pribadi kontributor, termasuk
nomor Social Security. Lamo juga masuk ke akun LexisNexis milik surat
kabar tersebut dan mencuri informasi rahasia.
Akibatnya, ia
dikenai denda sebesar US$65 ribu, tahanan rumah selama 6 bulan dengan
masa percobaan dua tahun. Setelah masa hukumannya berakhir, ia bekerja
sebagai jurnalis dan pembicara di berbagai event.
Kevin Mitnick
Mitnick
dikenal saat ia dicari-cari oleh pihak berwajib. Tindak-tanduknya
dipublikasikan besar-besaran di media massa meski kejahatan yang ia
lakukan sebenarnya tidak terlalu signifikan.
Meski begitu, Departemen Kehakiman menyatakan bahwa Mitnick merupakan: “The most wanted computer criminal in United States history.” Bahkan eksploitasi yang dilakukannya diangkat ke dalam dua film yakni Freedom Downtime dan Takedwon.
Mitnick
punya sejumlah pengalaman hacking sebelum melakukan kejahatan yang
membuatnya populer. Ia memulainya dengan menyusup ke jaringan kartu
transportasi massa di Los Angeles untuk mendapatkan tumpangan bus
gratis.
Setelah itu, ia mencurangi billing telepon. Meski
melakukan kejahatan lain, Mitnick akhirnya ditangkap karena menerobos
jaringan komputer Digital Equipment Corporation dan mencuri software.
Kelakuan
Mitnick makin parah setelah ia melakukan hacking dari seantero negeri
selama dua setangah tahun. Dalam artikel bertajuk ‘hacker komputer
legendaris yang keluar dari penjara’ di CNN, disebutkan bahwa Mitnick
sering masuk ke jaringan komputer, mencuri rahasia perusahaan,
mengacaukan jaringan telepon dan masuk ke sistem peringatan dini negara.
Kini
Mitnick telah meninggalkan masa lalunya sebagai black hat hacker dan
menjadi anggota aktif di komunitas. Sempat dibui selama 5 tahun, dengan 8
bulan di antaranya dikurung di sel terkucil, Mitnick sekarang bekerja
sebagai konsultan keamanan komputer, penulis dan juga pembicara.
In : umum